Tampilkan postingan dengan label Buah Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah Lokal. Tampilkan semua postingan

Buah bencoy atau buah menteng

Buah bencoy merupakan salah satu dari jenis buah yang sekarang sulit ditemukan dan memang jarang dibudidayakan oleh masyarakat. Buah bencoy sendiri merupakan sebutan lain dari buah menteng. Disebut sebagai buah menteng karena dahulu buah ini banyak sekali tumbuh di daerah menteng jakarta.

Buah ini memiliki pohon yang lumayan tinggi dan keras, jika dilihat dengan seksama pohon dan buahnya mirip sekali dengan buah pohon duku. Buahnya akan tumbuh pada batang-batang seperti pada pohon duku.

Buah bencoy memiliki rasa yang segar masam, dan bisa juga dijadikan minuman. menurut beberapa sumber kulit kayu dari pohon bencoy atau menteng ini bisa dijadikan sebagai bahan campuran pewarna sutra yang alami. Ukuran dari buah bencoy sendiri sebesar buah duku, atau memiliki diameter sekitar 1,5-2 cm, dengan buah muda akan berwarna hijau, sedangkan untuk yang sudah matang hijau kekuning-kuningan sampai kuning.

Buah Waluh

Buah Waluh (sunda) atau ada juga yang menamakannya Labu, merupakan jenis buah yang merambat. Kebanyakan orang menanam waluh menjelang musim kemarau.

Daun waluh merupakan daun tunggal, bulat, bertangkai, tangkainya berlubang, ujung runcing, tepi berombak, pangkal membulat, serta berbulu. Waluh sendiri mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

Selain buahnya, daun muda dan biji waluh juga sering dimanfaatkan baik untuk sayuran juga obat. Menurut beberapa ahli biji waluh bisa dijadikan obat cacing dengan cara disangray terlebih dahulu lalu ditumbuh dan diseduh dengan air.

Bagi sebagian masyarakat waluh muda dijadikan sayuran sedang waluh yang sudah tua dijadikan makanan, seperti dibikin kolak dan wajit. Menjelang bulan puasa harga waluh bisa melonjak tinggi, dan dikirim ke kota.

Buah Permot

Buah permot menurut para ahli berasal dari Amerika tropis. Dibeberapa daerah mempunyai nama yang berbeda, di Sumatera: gegambo, lemanas, remugak. Jawa: kaceprek, kileuleueur, permot, pacean, tajutan, ceplukan blungsung. Nusa Tenggara: bungan putir, moteti, buah pitri.

Tanaman ini merambat pada semak belukar, dan tumbuh liar. Daunnya yang berlekuk menjari tiga, rambatannya bisa mencapai 5 meter, buahnya berbentuk bulat lonjong, dan dibungkus oleh semacam pembalut yang berjari.

Buah yang masih muda akan berwarna hijau, sedang yang sudah matang berwarna kuning tua. Buah yang agak tua biasanya akan terasa agak masam, sedang yang tua akan terasa manis. Apabila kita memetik buah ini maka tangan akan terasa lengket.

Menurut pengalaman buah ini akan berbuah menjelang musim kemarau. Selain itu dari beberapa ahli ternyata daun, dan buahnya bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal. 

Salak


Fruits (Salacca edulis), as mango, papaya and mangosteen, including tropical and exotic fruit has a distinctive flavor that becomes advantages compared with other fruits. The original fruit of this archipelago also includes a popular fruit in Indonesia and quite a lot of people anyway varieties have been developed, among salak pondoh (Sleman, Yogyakarta), manonjaya (Tasikmalaya), condet (Jakarta), Bali (Bali), and sidimpuan (North Sumatra).

Level of retail prices relative salak fruit affordable consumer of all groups and their availability throughout the year put the fruits as one of the merchandise that good prospect. Fruits have a tough skin texture, thin, but sharp. While the meat is yellowish white, and has seeds in it. Salak in addition to having a sweet taste, there are also barking with a different type that has a coarse sense, and when eaten will feel eneg chest.

Salak fruit itself much cultivated by the people, there are cultivated under the same type or a mixture. In the area of ​​west Java alone almost every garden has a tree bark community property, either in bulk or small.

However, the average species planted are not similar, can be more than two types of bark are planted.

Petai Cina atau peuteuy selong


Petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Daunnya majemuk terurai dalam tangkai berbilah ganda. Bunganya yang berjambul warna putih sering disebut cengkaruk. Buahnya mirip dengan buah petai (Parkia speciosa) tetapi ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih tipis.

Buah petai cina termasuk buah polong, berisi biji-bibji kecil yang jumlahnya cukup banyak. Petai cina oleh para petani di pedesaan sering ditanam sebagai tanaman pagar, pupuk hijau dan segalanya.

Petai cina ini biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai menu untuk makan. Baik itu sebagai campuran sayuran atauh dibikin semacam sambal, yang orang sunda menyebutnya sambel peuteuy selong.

Lamtoro, petai cina atau peuteuy selong mudah beradaptasi, dan segera saja tanaman ini menjadi liar di berbagai daerah tropis di Asia dan Afrika; termasuk pula di Indonesia. Berdasar wikipedia.org ada tiga jenis diantaranya:
  • Leucaena leucocephala ssp. leucocephala; ialah anak jenis yang disebar luaskan oleh bangsa Spanyol di atas. Di Jawa dikenal sebagai lamtoro atau petai cina ‘lokal’, berbatang pendek sekitar 5 m tingginya dan pucuk rantingnya berambut lebat.
  • ssp. glabrata (Rose) S. Zárate. Dikenal sebagai lamtoro gung, tanaman ini berukuran besar segala-galanya (pohon, daun, bunga, buah) dibandingkan anak jenis yang pertama. Lamtoro gung baru menyebar luas di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Serta,
  • ssp. ixtahuacana C. E. Hughes; yang menyebar terbatas di Meksiko dan Guatemala.

Nanas


Ada yang belum tahu dengan nanas? atau barang kali belum pernah makan nanas? Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus.

Menurut sejarahnya pada sekitar abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia, masuk ke Indonesia pada abad ke-15, (1599). Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan, dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara.

Hingga kini belum banyak masyarakat menyadari akan manfaat kesehatan di balik buah nanas yang lezat ini. Riset terkini menunjukkan nanas sarat dengan antioksidan dan fitokimia yang berkhasiat mengatasi penuaan dini, wasir, kanker, serangan jantung, dan penghalau stres.

Sebagai salah satu famili Bromeliaceae, buah nanas mengandung vitamin C dan vitamin A (retinol) masing-masing sebesar 24,0 miligram dan 39 miligram dalam setiap 100 gram bahan (Tabel 1). Kedua vitamin sudah lama dikenal memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit, termasuk kanker, jantung koroner dan penuaan diri.

Berdasarkan habitat tanaman, terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nanas, yaitu : Cayene (daun halus, tidak berduri, buah besar), Queen (daun pendek berduri tajam, buah lonjong mirip kerucut), Spanyol/Spanish (daun panjang kecil, berduri halus sampai kasar, buah bulat dengan mata datar) dan Abacaxi (daun panjang berduri kasar, buah silindris atau seperti piramida). Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayene dan Queen. Golongan Spanish dikembangkan di kepulauan India Barat, Puerte Rico, Mexico dan Malaysia. Golongan Abacaxi banyak ditanam di Brazilia. Dewasa ini ragam varietas/cultivar nanas yang dikategorikan unggul adalah nanas Bogor, Subang dan Palembang.(http://www.ristek.go.id)

Kersen


Kersen atau talok adalah nama sejenis pohon dan buahnya yang kecil dan manis. Buahnya jika mentah berwarna hijau dan kalo sudah matang berwarna merah seperti ceri.

Pohon kersen biasanya berguna sebagai pohon peneduh di pinggir jalan. Pohon ini awalnya sering tumbuh sebagai semai liar di tepi jalan, selokan, atau muncul di tengah retakan tembok lantai atau pagar, dan akhirnya tumbuh dengan cepat –biasanya dibiarkan saja– membesar sebagai pohon naungan.

Sebab itulah pohon kersen banyak ditemukan di wilayah perkotaan yang ramai dan padat, di tepi trotoar dan lahan parkir, di tepi sungai yang tidak terurus atau di tempat-tempat yang biasa kering berkepanjangan. Penyebaran pohon kersen lebih banyak oleh burung dan kelelawar yang memakan buah kersen dan dibawa terbang kesuatu tempat.

Biasanya anak-anak kecil sering memanjat pohon ini, untuk mengambil buahnya. Buah yang manis sekali ini memang memmpunyai daya tarik sendiri bagi anak-anak. Namun selain dari rasa manisnya tadi ternyata buah ini juga memiliki khasiat sendiri bagi kesehatan manusia.

Dan tidak hanya buah saja yang mempunyai khasiat akan tetapi daun dari kersen ini pula bermanfaat untuk mengobati penyakit tertentu.

Pisang


Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang.

Jenis pisang dibagi menjadi tiga:
1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan mas. Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk
dan kepok.
3) Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Misalnya pisang batu dan klutuk.
4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca).

Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.

Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.

Sumber: Makalah di http://www.ristek.go.id

Rambutan


Foto: tribunindonesia.wordpress.com
Siapa si yang ga kenal sama buah yang satu ini. Buah yang mempunyai rambut-rambut serta hanya musiman saja buah ini bisa didapatkan. Banyak sekali varietas dari buah rambutan, ada yang manis sekali dan ada juga yang rasanya kecut.

Dari sekian banyak rambutan yang ada, hanya beberapa jenis saja yang banyak ditanam atau dibudidayakan. Karena mempunyai daya ekonomis yang tinggi. Perawatan dari pohon rambutan inipun tidak begitu sulit. Dan bisa dibudidayakan dengan dicangkok atau kawin silang.Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari

Ini beberapa varietas yang banyak dibudidayakan masyarakat:
  • Rambutan Rapiah, buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi, kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang, daging buah manis dan agak kering, kenyal, ngelotok dan daging buahnya tebal, dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik.
  • Rambutan Aceh Lebak bulus, pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon, kulit buah berwarna merah kuning, halus, rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik, buah ini tahan dalam pengangkutan.
  • Rambutan Cimacan, kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon, kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua, rambut kasar dan agak jarang, rasa manis, sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan.
  • Rambutan Binjai, yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar, dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang, rasanya manis dengan asam sedikit, hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok.
  • Rambutan Sinyonya, jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa, dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi, warna kulit buah merah tua sampai merah anggur, dengan rambut halus dan rapat,rasa buah manisa sam, banyak berair, lembek dan tidak ngelotok.

Jeruk Bali


Jeruk bali, jeruk besar, atau pamelo merupakan jeruk penghasil buah terbesar. Jeruk ini termasuk jenis yang mampu beradaptasi dengan baik pada daerah kering dan relatif tahan penyakit, terutama CVPD yang pernah menghancurkan pertanaman jeruk di Indonesia.

Jeruk Bali memang merupakan salah satu buah yang sangat baik untuk dikonsumsi. Selain rasanya yang unik, jeruk ini memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Konon Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.

Jeruk bali mempunyai masa berbuah yang lama, dari muda hingga matang bisa lebih dari 7 bulan. Namun jeruk ini berbuah sepanjang tahun, dan tiap pohon bisa berbuah antara 5 sampai 20.

Jeruk yang matang biasanya memiliki struktur kulit yang agak kekuningan, dan kalo ditekan akan terasa empuk. Jeruk bali sendiri sangat manis sekali dan dagingnya yang tebal serta besar. Tidak hanya dagingnya yang bisa dimakan, ternyata sebagian masyarakat mengolah kulitnya yang tebal menjadi manisan.

Dengan terlebih dahulu dibuang kulit bagian luarnya, kemudian direndam di air garam yang kemudian diolah menjadi manisan. namun selain itu jeruk bali juga berhasiat untuk mengobati penyakit tertentu.

Jambu biji


Jambu biji, memiliki varian warna dan bentuk. Ada yang berwarna puti dan merah. Yang berdaging putih, dikenal sebagai jambu 'susu putih', lebih digemari karena rasanya manis, daging buahnya agak tebal, dan teksturnya lembut. Yang berdaging buah merah kurang disukai karena buahnya cepat membusuk dan rasanya kurang manis. Kulit buahnya tipis berwarna hijau kekuningan bila masak. Bentuk buahnya agak lonjong dengan bagian ujung membulat, sedangkan bagian pangkal meruncing.

Ada juga Jambu Getas Merah adalah varian jambu biji yang berdaging hijau sampai kekuning kuningan dan berisi merah muda. Jambu ini beda dengan jambu pasar minggu, jambu ini bentuknya agak meonjong dan rasanya kurang manis, tetapi jambu ini memiliki hasiat yang baik karena mengandung Tanin, quersetin, glikosida quersetin, flavonoid, minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin yang lebih banyak.


Selanjutnya Jambu biji australia diintroduksi dari Australia. Kekhasannya adalah daunnya berwarna merah keunguan. Walaupun buahnya dapat dimakan, biasanya orang menanam di pekarangan lebih sebagai tanaman hias. Buahnya manis bila sudah masak, tetapi tawar bila belum matang.

Varietas lain adalah jambu sukun. Jambu varietas unggul ini memang tidak memiliki biji; kalaupun ada hanya 2-3 biji. Daging buahnya putih kekuningan dengan rasa manis agak asam. Teksturnya agak keras, renyah, dan beraroma wangi. Bentuk buahnya mirip apel, dengan ukuran panjang antara 4-5 cm. Kulit buahnya bila matang berwarna hijau keputihan. Jambu sukun dapat berproduksi terus menerus sepanjang tahun, meskipun relatif sedikit.

Yang terakhir adalah Jambu bangkok, yang merupakan sebutan untuk jambu biji dengan buah yang besar. Beberapa memang diintroduksi dari Thailand. Salah satunya adalah 'jambu sari'. Bentuk buahnya bulat sempurna dengan garis tengah sekitar 10 cm. Ukuran buah mentahnya lebih besar daripada ketika matang. (wikipedia.org)

Arbei


Arbei (Fragaria vesca) sering dikenal sebagai strawberi alpin atau strawberi kecil. Arbei bisa berwarna merah atau putih tergantung pada varietas. Arbai ini adalah keluarga dari straberry, buah arbesi sendiri ada beberapa jenis.

Namun sulit sekali sekarang ini untuk menemukan pohon arbai, mungkin dikarenakan kurang pedulinya masyarakat terhadap ini. Buah arbei berkhasiat sebagai obat sariawan. Untuk obat sariawan dipakai 10 gram buah segar arbei, dicuci, kemudian dimakan sekaligus.

Pohon arbai ini kadang digunakan sebagai pagar pembatas rumah, atau kebun. Buahnya yang agak lonjong dan bertonjol-tonjol, serta kalau sudah matang sekali akan berwarna ungu kehitaman.

Jeruk Nipis


Tanaman Citrus aurantifolia (Cristm.) Swingle dikenal di pulau Sumatra dengan nama Kelangsa (Aceh), di pulau Jawa dikenal dengan nama jeruk nipis (Sunda) dan jeruk pecel (Jawa), di pulau Kalimantan dikenal dengan nama lemau nepi, di pulau Sulawesi dengan nama lemo ape, lemo kapasa (Bugis) dan lemo kadasa (Makasar), di Maluku dengan naman puhat em nepi (Buru), ahusi hisni, aupfisis (Seram), inta, lemonepis, ausinepsis, usinepese (Ambon) dan Wanabeudu (Halmahera) sedangkan di Nusa tenggara disebut jeruk alit, kapulungan, lemo (Bali), dangaceta (Bima), mudutelong (Flores), mudakenelo (Solor) dan delomakii (Rote).

Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon.

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) telah dikenal sejak lama sebagai tanaman yang kaya manfaat. Buahnya berasa pahit, asam dan sedikit dingin, tetapi manfaatnya sangatlah beragam. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam.

Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam.

Sumber:
- http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com
- http://www.iptek.net.id
- http://health.kompas.com

Kokosan


Kokosan (L. domesticum var. aquaeum) dibedakan oleh daunnya yang berbulu, tandannya yang penuh butir buah yang berjejalan sangat rapat, dan kulit buahnya yang berwarna kuning tua. Butir-butir buahnya umumnya kecil, berkulit tipis dan sedikit bergetah, namun sukar dikupas.

Sehingga buah dimakan dengan cara digigit dan disedot cairan dan bijinya (maka disebut kokosan),[1] atau dipijit agar kulitnya pecah dan keluar bijinya (maka dinamai pisitan, pijetan, bijitan).[6] Berbiji relatif besar dan berdaging tipis, kokosan umumnya berasa masam sampai masam sekali. (wikipedia.org)

Di daerah sunda sendiri kokosan, yaitu diambil dari cara memakannya yang dikokos, yaitu digigit bersama kulitnya lalu dimakan isinya dan bijinya tentu saja dibuang. Daya tahan Langsep lebih lama dari Pisitan, dimana pisitan ini masih sejenis dengan langsep.

Buah kokosan atau langsep ini biasanya akan berbuah pada musim menjelang kemarau. Buah ini adalah yang hanya setahun sekali baru berbuah. Namun harga dipasaran buah ini murah sekali.