Tampilkan postingan dengan label P-T. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P-T. Tampilkan semua postingan

Buah Permot

Buah permot menurut para ahli berasal dari Amerika tropis. Dibeberapa daerah mempunyai nama yang berbeda, di Sumatera: gegambo, lemanas, remugak. Jawa: kaceprek, kileuleueur, permot, pacean, tajutan, ceplukan blungsung. Nusa Tenggara: bungan putir, moteti, buah pitri.

Tanaman ini merambat pada semak belukar, dan tumbuh liar. Daunnya yang berlekuk menjari tiga, rambatannya bisa mencapai 5 meter, buahnya berbentuk bulat lonjong, dan dibungkus oleh semacam pembalut yang berjari.

Buah yang masih muda akan berwarna hijau, sedang yang sudah matang berwarna kuning tua. Buah yang agak tua biasanya akan terasa agak masam, sedang yang tua akan terasa manis. Apabila kita memetik buah ini maka tangan akan terasa lengket.

Menurut pengalaman buah ini akan berbuah menjelang musim kemarau. Selain itu dari beberapa ahli ternyata daun, dan buahnya bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal. 

Rebung atau Iwung untuk makanan


Tanaman yang satu ini adalah tunas dari pohon bambu bitung. namun bukan sembarang bambu, yang sering diambil tunasnya adalah bambu jenis besar, atau kalo orang sunda bilangnya awi ampel atau awi bitung.

Rebung diambil ketika tunas mempunyai tinggi kurang dari 50 CM, dikarenakan kalo sudah terlalu tinggi sudah agak keras. Kemudian diambil dengan menggunakan golok atau sejenisnya dari pangkalnya.

Setelah itu barulah tunas tadi di bersihkan klopaknya. Setelah bersih barulah iwung tadi di iris tipis2 sesuai dengan kehendak, lalu dicuci yang selanjutnya di kukus.

Iwung setelah dikukus bisa langsung dimakan, sebagai teman dari sambal, atau dibikin sayuran.

Terong atau terung


Terung dalam bahasa latinnya (Solanum melongena, merupakan buah yang sering dipakai sebagai sayuran. Terung memiliki beberapa bentuk, ada yang bulat kecil, panjang, warnanya juga ada yang ungu adapula yang hijau.

Kebanyakan orang mengenal buah ini memang sebagai sayuran tapi bagi sebagian orang yang kreatif, terong ini dimanfaatkan untuk dibikin makanan yaitu selai, bahkan ada juga yang menjadikannya dodol.

Daunnya yang lebar dan berbulu ini memiliki tinggi tidak lebih dari 1 meter. Sedangkan cara pembibitannya yaitu dari biji, yang dihasilkan dari terong yang sudah tua sekali.

Terong ini ada beberapa jenis, diantaranya terong kecil, terong telunjuk atau panjang, terong ungu, dan terong belanda. yang ada pada gambar merupakan jenis terong kecil, yang bisa dimakan mentah.

Salak


Fruits (Salacca edulis), as mango, papaya and mangosteen, including tropical and exotic fruit has a distinctive flavor that becomes advantages compared with other fruits. The original fruit of this archipelago also includes a popular fruit in Indonesia and quite a lot of people anyway varieties have been developed, among salak pondoh (Sleman, Yogyakarta), manonjaya (Tasikmalaya), condet (Jakarta), Bali (Bali), and sidimpuan (North Sumatra).

Level of retail prices relative salak fruit affordable consumer of all groups and their availability throughout the year put the fruits as one of the merchandise that good prospect. Fruits have a tough skin texture, thin, but sharp. While the meat is yellowish white, and has seeds in it. Salak in addition to having a sweet taste, there are also barking with a different type that has a coarse sense, and when eaten will feel eneg chest.

Salak fruit itself much cultivated by the people, there are cultivated under the same type or a mixture. In the area of ​​west Java alone almost every garden has a tree bark community property, either in bulk or small.

However, the average species planted are not similar, can be more than two types of bark are planted.

Petai Cina atau peuteuy selong


Petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Daunnya majemuk terurai dalam tangkai berbilah ganda. Bunganya yang berjambul warna putih sering disebut cengkaruk. Buahnya mirip dengan buah petai (Parkia speciosa) tetapi ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih tipis.

Buah petai cina termasuk buah polong, berisi biji-bibji kecil yang jumlahnya cukup banyak. Petai cina oleh para petani di pedesaan sering ditanam sebagai tanaman pagar, pupuk hijau dan segalanya.

Petai cina ini biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai menu untuk makan. Baik itu sebagai campuran sayuran atauh dibikin semacam sambal, yang orang sunda menyebutnya sambel peuteuy selong.

Lamtoro, petai cina atau peuteuy selong mudah beradaptasi, dan segera saja tanaman ini menjadi liar di berbagai daerah tropis di Asia dan Afrika; termasuk pula di Indonesia. Berdasar wikipedia.org ada tiga jenis diantaranya:
  • Leucaena leucocephala ssp. leucocephala; ialah anak jenis yang disebar luaskan oleh bangsa Spanyol di atas. Di Jawa dikenal sebagai lamtoro atau petai cina ‘lokal’, berbatang pendek sekitar 5 m tingginya dan pucuk rantingnya berambut lebat.
  • ssp. glabrata (Rose) S. Zárate. Dikenal sebagai lamtoro gung, tanaman ini berukuran besar segala-galanya (pohon, daun, bunga, buah) dibandingkan anak jenis yang pertama. Lamtoro gung baru menyebar luas di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Serta,
  • ssp. ixtahuacana C. E. Hughes; yang menyebar terbatas di Meksiko dan Guatemala.

Pisang


Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang.

Jenis pisang dibagi menjadi tiga:
1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan dan mas. Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk
dan kepok.
3) Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Misalnya pisang batu dan klutuk.
4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca).

Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.

Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.

Sumber: Makalah di http://www.ristek.go.id

Rambutan


Foto: tribunindonesia.wordpress.com
Siapa si yang ga kenal sama buah yang satu ini. Buah yang mempunyai rambut-rambut serta hanya musiman saja buah ini bisa didapatkan. Banyak sekali varietas dari buah rambutan, ada yang manis sekali dan ada juga yang rasanya kecut.

Dari sekian banyak rambutan yang ada, hanya beberapa jenis saja yang banyak ditanam atau dibudidayakan. Karena mempunyai daya ekonomis yang tinggi. Perawatan dari pohon rambutan inipun tidak begitu sulit. Dan bisa dibudidayakan dengan dicangkok atau kawin silang.Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari

Ini beberapa varietas yang banyak dibudidayakan masyarakat:
  • Rambutan Rapiah, buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi, kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang, daging buah manis dan agak kering, kenyal, ngelotok dan daging buahnya tebal, dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik.
  • Rambutan Aceh Lebak bulus, pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon, kulit buah berwarna merah kuning, halus, rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik, buah ini tahan dalam pengangkutan.
  • Rambutan Cimacan, kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon, kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua, rambut kasar dan agak jarang, rasa manis, sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan.
  • Rambutan Binjai, yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar, dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang, rasanya manis dengan asam sedikit, hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok.
  • Rambutan Sinyonya, jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa, dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi, warna kulit buah merah tua sampai merah anggur, dengan rambut halus dan rapat,rasa buah manisa sam, banyak berair, lembek dan tidak ngelotok.